Oleh Bayu Baskoro Febrianto
Judul buku : Why Marx Was Right
Penulis : Terry Eagleton
Penerbit : Yale University Press,
2011
Tebal : 239 halaman
“Belum ada seseorang dengan gerakan yang lebih gigih akan emansipasi perempuan,
perdamaian dunia, perang melawan fasisme atau berjuang untuk kebebasan kolonial
selain gerakan politik oleh Marxisme.” (Terry
Eagleton)
DARI beberapa diskusi dengan
kawan-kawan saya di kampus, banyak yang mengira Marxisme sudah habis
relevansinya dan tidak dapat digunakan kembali dalam suatu pemerintahan.
Kesimpulan ini muncul karena mayoritas menganggap bahwa dengan hancurnya
negara-negara komunis di dunia, khususnya hancurnya kedigdayaan Uni Soviet di
tahun 1992, maka Marxisme telah gagal dalam pengaplikasiannya di dalam suatu
sistem pemerintahan. Dengan kata lain, ada yang salah di dalam Marxisme sebagai
suatu ajaran dan ideologi. Selain ideologi yang dianggap telah berakhir, banyak
mitos lain yang muncul di masyarakat terkait Marxisme. Misalnya, sering kita
dengar bahwa cita-cita Marxisme akan masyarakat komunis adalah utopis; Marx
mereduksi segalanya ke dalam tatanan ekonomi semata; Marxisme menghilangkan
nilai spiritualitas dan lain-lain.