Oleh Ausof Ali Athiyyah
Judul Buku :
Dilarang Gondrong! Praktik Kekuasaan Orde Baru Terhadap Anak
Muda Awal 1970-an
Penulis :
Aria Wiratma Yudhistira
Penerbit : Marjin Kiri,
Kota terbit : Tangerang
Tahun terbit : 2010
Tebal :
xxi + 161 Halaman
Sejarah adalah salah satu alat
legitimasi kekuasaan. Perspektif penulisan sejarah yang dipilih akan menjadi
akar identitas suatu kelompok masyarakat. Orde Baru mampu melanggengkan
kekuasaannya selama 32 tahun di atas sebuah narasi sejarah yang mereka ciptakan
sendiri dan mereka tanamkan sebagai sebuah kebenaran pada masyarakat Indonesia.
Oleh karena itu, diperlukan sejarah alternatif yang menjadi pembanding bagi
narasi sejarah Orde Baru. Pembanding ini diperlukan untuk melihat sisi lain
dari narasi yang mereka bangun. Penulisan sejarah ‘tandingan’ ini adalah salah
satu bentuk perlawanan terhadap hegemoni kekuasaan dan pengungkapan realita
yang terjadi. Pada kesempatan ini saya akan mengulas sebuah buku berjudul Dilarang
Gondrong! Praktik Kekuasaan Orde Baru Terhadap Anak Muda Awal 1970-an,sebuah
buku yang mencoba menghadirkan sisi lain dari politik Orde Baru yang selama ini
tercitrakan sebagai masa yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat.
