Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Februari 2015

Wacana Rambut Gondrong dan Instabilitas Nasional

Oleh Ausof Ali Athiyyah

Judul Buku      : Dilarang Gondrong! Praktik Kekuasaan Orde Baru Terhadap Anak 
  Muda Awal 1970-an
Penulis             : Aria Wiratma Yudhistira
Penerbit           : Marjin Kiri,
Kota terbit       : Tangerang
Tahun terbit     : 2010
Tebal               : xxi + 161 Halaman


Sejarah adalah salah satu alat legitimasi kekuasaan. Perspektif penulisan sejarah yang dipilih akan menjadi akar identitas suatu kelompok masyarakat. Orde Baru mampu melanggengkan kekuasaannya selama 32 tahun di atas sebuah narasi sejarah yang mereka ciptakan sendiri dan mereka tanamkan sebagai sebuah kebenaran pada masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan sejarah alternatif yang menjadi pembanding bagi narasi sejarah Orde Baru. Pembanding ini diperlukan untuk melihat sisi lain dari narasi yang mereka bangun. Penulisan sejarah ‘tandingan’ ini adalah salah satu bentuk perlawanan terhadap hegemoni kekuasaan dan pengungkapan realita yang terjadi. Pada kesempatan ini saya akan mengulas sebuah buku berjudul Dilarang Gondrong! Praktik Kekuasaan Orde Baru Terhadap Anak Muda Awal 1970-an,sebuah buku yang mencoba menghadirkan sisi lain dari politik Orde Baru yang selama ini tercitrakan sebagai masa yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat.

Selasa, 23 Desember 2014

Marxisme yang Belum Habis Masanya


Oleh Bayu Baskoro Febrianto


Judul buku : Why Marx Was Right
Penulis : Terry Eagleton
Penerbit : Yale University Press, 2011
Tebal : 239 halaman

“Belum ada seseorang dengan gerakan yang lebih gigih akan emansipasi perempuan, perdamaian dunia, perang melawan fasisme atau berjuang untuk kebebasan kolonial selain gerakan politik oleh Marxisme.” (Terry Eagleton)

DARI beberapa diskusi dengan kawan-kawan saya di kampus, banyak yang mengira Marxisme sudah habis relevansinya dan tidak dapat digunakan kembali dalam suatu pemerintahan. Kesimpulan ini muncul karena mayoritas menganggap bahwa dengan hancurnya negara-negara komunis di dunia, khususnya hancurnya kedigdayaan Uni Soviet di tahun 1992, maka Marxisme telah gagal dalam pengaplikasiannya di dalam suatu sistem pemerintahan. Dengan kata lain, ada yang salah di dalam Marxisme sebagai suatu ajaran dan ideologi. Selain ideologi yang dianggap telah berakhir, banyak mitos lain yang muncul di masyarakat terkait Marxisme. Misalnya, sering kita dengar bahwa cita-cita Marxisme akan masyarakat komunis adalah utopis; Marx mereduksi segalanya ke dalam tatanan ekonomi semata; Marxisme menghilangkan nilai spiritualitas dan lain-lain.